Skip to main content

Coffee Brew Wlingi Bukan Sekedar Kopi Pingir Jalan

Di Wlingi, kota kecil yang pernah dijadikan pusat pemerintahan di bawah kabupaten di atas kecamatan, Kawedanan kini ada tempat ngopi asyik di pinggir jalan yang penyajiannya tidak hanya tubruk, Coffee Brew. Coffee Brew berada sejak 2015, sesuai namanya, brewing coffee disediakan di sini.
Coffee Brew
Coffee Brew saat di Majegan,Wlingi (c) A.Widayanti

Lagi-lagi ngopi. Apa-apa ngopi. Nongkrong, ngopi. Cari free wifi, ngopi. Mengerjakan skripsi, ngopi. Ketemu gebetan, ngopi walaupun gak pesen kopi. Sampai transaksi jual-beli juga ngopi. Kopi memang d'best, bisa mencairkan suasana dan jembatan segala hal.

Robusta tersedia dari berbagai daerah, sesuai stok. Tetapi sering saya memesan mocca latte karena suka cara pembuatannya. Sungguh nyeni. Lalu berat hati untuk meminumnya karena gambarnya sudah pasti rusak. Setelah memotretnya dengan ponsel pintar saya pernah bertanya pada seseorang,"Apakah kalau saya meminum dan merusak gambarnya tanda tidak menghargai pembuatnya?" Lalu ia menjawab," Mungkin latte art dibuat untuk dirusak."
Mocca Latte Art
Mocca Latte Art di Coffee Brew. (c) A.Widayanti

Coffee Brew mulanya bertempat di depan toko elektronik utara BRI Majegan, tetapi adanya pandemi Covid-19 yang membuat Mase -begitu saya dan teman-teman meyebutnya- tidak bisa berjualan tatkala malam karena tidak diperbolehkan nongkrong. Ngotot berjualan digrebeg polisi. Mase pindah berjualan  sore hari di depan SDN Babadan 01, hingga sekarang buka mulai sore sekitar pukul 15.00-22.00 WIB. Semoga pandemi segera berakhir dan Mase bisa berjualan lebih lama lagi, sampai berganti hari.

Sejak awal di Coffee Brew tidak menyediakan wifi sebab keintiman berdialog yang dicari. Untuk apa mengopi berdua, bertiga, berlima kalau membisu, sibuk dengan sosial medianya? Itulah mengapa saya sebut bukan sekedar kopi jalanan dan memang bukan sekedar karena kopinya bukan kopi instan.
Manual Brewing Coffee Milk Cream
Manual Brewing Coffee Milk Cream (c) A.Widayanti

Kalaupun tidak sempat ngopi disana, Mase menyediakan kemasan take away. Di bawa pulang, ngopi di rumah sembari membaca buku ataupun untuk jamuan teman yang sedang mampir atau singgah di tempat kita. Bisa untuk kejutan tipis-tipis tanda romantis, dikirimkan ke rumah si doi, entah diantar sendiri atau meminta tolong teman.

Mase sangat terbuka, tanyalah tentang kopi mase yang berpengalaman akan menjelaskannya dengan rinci. Saya saja sampai tidak paham lagi apa yang mase sampaikan. Pesan roasted bean juga bisa, yang sudah digiling pun tidak menutup permintaan.

Berikut video Lokasi Coffee Brew yang Baru, Monggo Di-Subscribe


Comments

  1. Haha....
    Kalau lihat latte art cantik itu kok sayang ya kalau dirusak. Itu sebabnya untuk mengabadikan kenangan itu, harus difoto dulu.... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe iya kak. Bisa jadi cerita kelak pas liat-liat album. :D

      Delete

Post a comment