Nekat Berlibur ke Candi Borobudur

March 20, 2020

Candi Borobudur saat diucapkan bukanlah hal yang asing meskipun belum pernah mengunjunginya rasanya sangat dekat, merasa memilikinya. Bangga akannya yang menjadi bagian dari 7 keajaiban dunia. Hal seperti itu sering terjadi dari hal yang paling dekat, saat teman satu sekolah ada yang berprestasi mewakili nama sekolah secara otomatis pasti bangga begitu sebaliknya.


Candi Borobudur Saat Musim Liburan
Candi Borobudur Saat Musim Liburan
Berangkat dari Klaten menuju Magelang berdua dengan sepupu, berbekal google maps kami bermotor melewati jalan asing. Dua jam lamanya, aku merasa jalanan yang ku lewati memutar, tapi menurut GPS adalah jalur tercepat. Bersyukur tidak kesasar.

Tiket masuk Rp50.000 untuk pengunjung lokal. Oleh penjaga tiket masuk kami ditanya kelas berapa, mentang-mentang kami datang barengan dengan siswa study tour, tak mengapa itu sering kami alami. Ada yang bilang awet muda, wajah SMA atau karena tidah tumbuh ke atas saja.

Harga Tiket Candi Borobudur
Harga Tiket Candi Borobudur
Waktu pagi menuju siang, cuaca terik banyak yang menawarkan sewa payung kami menolak, selain miskin kami sudah membawa sendiri termasuk topi. Yang kami butuh adalah air minum. Jalan terus masih bertanya-tanya di mana candinya.

Meskipun terkenal, baru sekali ini aku akan melihatnya secara nyata. Anggap saja ini penebusan atas harapan kala SMA, study tour ke Yojga tapi sama sekali tidak ke candinya.

Baca Juga: Cak Kreebo Coffee Shop and Bistro, Wlingi Blitar

Saya merasa salah hari melakukan perjalanan ini, tapi sudah terlanjur ya harus dinikmati. Ramai sekali, untuk berfoto yang tak ingin orang lain masuk ke dalam frame cukup sulit. Sebentar-sebentar ada yang lewat. Desember memang bukan bulan yang tempat untuk melipir ke lain tempat. Atau bisa jadi saya yang salah tempat, secara Candi Borobudur di hari biasa tentu juga ramai.

Stupa Candi Borobudur
Stupa Candi Borobudur
Ada sebuah mitos kalau memegang tangan Kunto Bimo-patung dalam stupa- maka apa yang diinginkan akan terkabul. Entah benar atau tidak itu sangat membahayakan diri dan juga dapat merusak. Bahaya apabila tangan terjepit dan dapat merusak stupa itu sendiri. Tak heran kalau pengawas tak segan mengulang-ulang himbauan untuk tidak melakukan hal tersebut.

Sungguh menakjubkan! Teramat besar candi ini hingga untuk mengelilinginya dan melihat reliefnya yang tak dapat saya mengerti, sesekali mendengar suara guide yang menjelaskan kepada turis luar negeri. Saya yang tidak sengaja menguping manggut-manggut seolah bagian dari peserta tour. Tidak setelah saya berpindah relief dan tentu tidak mengikuti mereka langsung lupa apa yang di sampaikan baru saja.

Relief Candi Borobudur
Salah Satu Relief Candi Borobudur yang entah aku lupa apa maknanya pokoknya menyinggung tentang Raja.
Untuk kata katek sebetulnya belum, tetapi di atas semakin terik kami memutuskan untuk turun, berlindung di bawah pohon, rebahan sejenak di atas rerumputan. Enggan pulang merasa masih siang mencarilah tempat yang dekat dengan Candi Borobudur. Ketemu, Bukti Rhema yang terkenal dengan sebutan Geraja Ayam, yang diviralkan oleh film AADC2.

Perjalanan ke luar area Wisata Candi Borobudur kami melihat ada beberapa gajah, ternyata di sana ada ya, nggak nyangka..

You Might Also Like

0 Comments