Skip to main content

Posts

Showing posts from 2020

Pendakian Gunung Butak via Sirah Kencong Blitar

Gunung Butak berada pada ketinggian 2868 mdpl bisa didaki melalui 4 jalur, yang terkenal Sirah Kencong, Blitar dan Panderman, Malang. Kata kalangan pendaki, kalau ingin pendakian cepat Sirah Kencong lah yang harus dipilih tentu dengan konsekuensi tidak ada "bonus" (di dunia pendakian bonus adalah istilah untuk trek landai). Benar saja, dada terasa terhimpit sejak tanjakan pertama dekat parkiran Agro Wisata Sirah Kencong. Saya tergolong pendaki pemula dan jarang berolahraga, ya tentang kecepatan waktu pendakian tergantung pada setiap orang. SimaksiSimaksi pendakian Gunung Butak melalui Sirah Kencong Rp7.000 yang terdiri dari Rp5.000 tiket masuk  wisata perkebunan dan Rp2.000 parkir sepeda motor. ~cukup kamu tahu saja saya dan teman-teman simaksi tidak mengeluarkan uang sepeserpun. Hanya meninggalkan salah satu KTP dan mencatat nama anggota kelompok beserta nomor kendaraannya. Jangan iri, ini  hak istimewa penduduk Desa Ngadirenggo.Ukir NegoroUkir Negoro adalah bagian dari keb…

Warung Bu Tia: Nasi Pecel Tertinggi di Blitar

Di Sirah Kencong terdapat agrowisata perkebunan teh PTPN XII dengan produk unggalannya Rollas KenTea. Minum teh anget di ketinggian yang sudah pasti hawanya Adam, eh hawanya dingin memang paling pass. Apalagi setelah berjam-jam berwisata di kebun teh, lapar, nasi pecel seolah haram untuk dilewatkan. Malahan, ada yang sengaja jauh-jauh ke Sirah Kencong untuk sarapan pecel di Sirah Kencong, di Warung Bu Tia.
Tentang Sirah Kencong sebenarnya sangat dekat dengan saya. Yang sudah saya dengar pengalaman orang tua saya sewaktu bekerja di sana tatkala muda. Cerita tentang ibu saya bersama seorang temannya yang hendak membolos sebelum waktu timbang tetapi tidak berhasil. Ibu bilang itu karena ada campur tangan makhulk halus, mereka tetap muter-muter di situ-situ aja. Tetapi secara logika mungkin sebab kabut. tebal. Akhirnya tidak jadi bolos. Cerita soal mistis di sana dahulu kala tidak pernah ada habisnya.
Nasi pecel di warung Bu Tia memang sayang untuk dilewatkan. Meskipun saya orang Ngadirengg…

Coffee Brew Wlingi Bukan Sekedar Kopi Pingir Jalan

Di Wlingi, kota kecil yang pernah dijadikan pusat pemerintahan di bawah kabupaten di atas kecamatan, Kawedanan kini ada tempat ngopi asyik di pinggir jalan yang penyajiannya tidak hanya tubruk, Coffee Brew. Coffee Brew berada sejak 2015, sesuai namanya, brewing coffee disediakan di sini.
Lagi-lagi ngopi. Apa-apa ngopi. Nongkrong, ngopi. Cari free wifi, ngopi. Mengerjakan skripsi, ngopi. Ketemu gebetan, ngopi walaupun gak pesen kopi. Sampai transaksi jual-beli juga ngopi. Kopi memang d'best, bisa mencairkan suasana dan jembatan segala hal.
Robusta tersedia dari berbagai daerah, sesuai stok. Tetapi sering saya memesan mocca latte karena suka cara pembuatannya. Sungguh nyeni. Lalu berat hati untuk meminumnya karena gambarnya sudah pasti rusak. Setelah memotretnya dengan ponsel pintar saya pernah bertanya pada seseorang,"Apakah kalau saya meminum dan merusak gambarnya tanda tidak menghargai pembuatnya?" Lalu ia menjawab," Mungkin latte art dibuat untuk dirusak."
Coffe…

Sirah Kencong, Kebun Teh PTPN XII, dan Wisata

Sirah Kencong - merupakan salah satu dusun di Desa Ngadirenggo Kecamatan Wlingi. Terletak paling ujung utara Kecamatan Wlingi berbatasan langsung dengan Kabupaten Malang. Tetapi tidak dapat langsung melintas kecuali melalui pendakian gunung Buthak. 
Tidak semua penduduk berasal dari Sirah Kencong, beberapa diantaranya merupakan pendatang yang bekerja di pabrik dan kebun teh. Puluhan tahun lalu pekerja kebun dari bagian pembibit hingga pemetik tidak hanya yang tinggal di daerah persil tetapi juga dari beberapa dusun lain bahkan dari desa tetangga. Berangkat pagi buta dijemput oleh truk perkebunan. Seperti itulah cerita singkatnya dari ibu saya yang pernah menjadi salah satu bagian dari pekerja Perkebunan Teh Sirah Kencong. Wisata Sirah Kencong Ada tiga wisata yang terletak di Sirah Kencong, yaitu kebun teh itu sendiri, air terjun dan candi. Perkebunan Teh Sirah Kencong Sebelum naiknya pamor wisata daun teh ini akses jalannya sungguh membuat hati dongkol, mirip dengan "kali mati". …

Nasi Pecel Mbok Bari Utara Makam Bung Karno Blitar

Pecel Mbok Bari - Pecel adalah malakan tradisional Jawa Timur dan menjadi ciri khas di beberapa tempat seperti Pecel Madiun dan Pecel Blitar. Saya tidak tau apa bedanya diantara keduanya karena belum pernah mencoba Pecel Madiun. Bagi saya enak buatan sendiri hehe. Tetapi ini bukan membahas DIY tips ya, fokus nasi pecel warung Mbok Bari yang pernah saya kunjungi yang berada di utara Makam Bung Karno (MBK).

Secara tidak sengaja saya mampir ke sana saat perjalanan pulang dari Penangkaran Rusa (Kesambi Trees Park) Maliran, Ponggok, Blitar bersama sepupu saya yang masih SD menjelang sore. Memang nasi pecel lebih cocok untuk santap pagi alias sarapan tetapi jangan lupa bahwa nikmatnya sebuah makanan juga berbanding lurus dengan tingkat rasa lapar. Apapun kalau lapar jadi nikmat apalagi makannya bareng doi #eaa.
Saya pesan 2 nasi pecel dengan tambahan lauk; 1 telur dadar, 1 telur glundung -terpaksa karena telur dadar tinggal satu. tanpa pesan minum karena minum yang saya beli waktu di Ma…

Taman Ayu Gogoniti Blitar Jawa Timur

Taman Ayu Gogoniti salah satu wisata alam di kabupaten Blitar, Kecamatan Kesamben tepatnya di desa Bumirejo. Patokan dari terminal Kesamben ke utara terus sampai ketemu plang Taman Ayu Gogoniti, bisa dicari di google maps.
Berbasis wisata alam dengan nuansa asli asri hutan pinus cocok sekali untuk menenangkan hati. Cukup dengan biaya masuk Rp3.000 dan parkir Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp.5000 mobil atau roda empat.
Pertama memijakkan kaki setelah parkir akan disambut oleh patung ibu-ibu menggunakan baju kebaya kedua tangannya memegang tanaman. Spot foto detected. Naik lagi gerbang selamat datang, lagi-lagi spot foto favorit pengunjung terdeteksi.

Kesebelah kiri ada tulisan Taman Ayu Gogoniti yang berukuran besar berbahan kayu pinus juga patut diabadikan. Sungguh membuat bahagia wisata hutan pinus yang satu ini.
Baca Juga: Tanaman Boga Parijoto Bapak Rubiso - Desa Wisata Pentingsari


Ditempat sisi yang lain ada bola plastik berwarna-warni digantung men…

Tanaman Boga Parijoto Bapak Rubiso - Desa Wisata Pentingsari

Bertanam tanaman boga bagi sebagian orang sangat membosankan pun sudah dilakukan bukannya tumbuh malah mati. Bagi sebagian yang lain memberi arti membawa hidup bergairah menjadi salah satu tujuan hidup seperti Bapak Rubiso, warga desa Pentingsari.Tanaman Boga Parijoto Pak Rubiso juga ikut menjadikan rumahnya sebagai homestay. Sungguh benar menjadi keluarganya apabila menginap disana. Tak percaya? Coba saja! Memang begitu pelayanan homestay yang baik. Di (mungkin) beberapa daerah lain membuat citra homestay menjadi buruk karena difungsikan yang "lain".
Disela memerhatikan dan terus menjaga pelayanan homestay, pak Rubiso menanam beraneka tanaman boga. Banyak sekali yang ditanam tetapi yang sangat diunggulkan adalah icon kabupaten Sleman, Parijoto. 
Tanaman parijito berasal dari Pegunungan Murya, meski jarang ditemui tanaman ini sudah tersebar dimana-mana, di Blitar juga sudah ada, cobalah ke Turi Putih. Di tempat bapak Rubiso (Oktober 2019) pertangkainya di bandrol Rp15.000. Ma…

Kopi Robusta Tunggaksemi di Desa Wisata Pentingsari

Kopi Robusta Tunggaksemi dari Pentingsari yang merupakan desa wisata yang terletak di lereng Gunung Merapi tepatnya di Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.Selain menyajikan homestay yang aman dari konotasi orang-orang yang menganggap buruk, berbagai edukasi ada di sana. Kesenian kreasi janur, menari dan karawitan. Disamping itu semua saya tertarik dengan kelompok tani Tunggaksemi.
Pembuatan Saya tertarik pada produk kopi robustanya. Disana kita dapat melihat secara langsung prosesnya, dari menyangrai ditungku menggunakan kreweng. Menumbuk di lumpang menggunakan alu. Ya mungkin bagi saya yang tinggal di desa juga melihat proses itu terlihat biasa, tetapi yang membuat saya berdecak kagum, begitu lihai ibu paruh baya yang sedang menumbuk kopi menjelaskan kepada pengunjung.

Prosesnya serba manual. Sangrai manual, penggilian manual dan mesin. Penggilngan mesin dilakukan saat pesanan banyak. Ukuran kelembutannya biasanya 0.5.
Yang mengurus kopi robusta Tungga…

Puisi: Tak Lagi Mampu oleh A. Widayanti

Di sudut tenggara ruangan 3x3 Aku meringkuk tak berdaya Suasana hati meronta-ronta Dalam hati, menjerit tak berdaya
Jangankan bertemu Mengenangmu aku tak lagi mampu Termangu dalam belenggu rasaku Terbangun kokoh tanpa balasmu
Perih perih Tak ada luka perih terasa Terbesit tanya "Apa iya aku gila?" Rindu masam apa yang menggulung tak berujung?
Lalu aku mengingat, teringat Aalu muasalnya rasa Kamu memikat lekat Rasaku tumbuh oleh asa Asaku tentang kita
Semakin kuat hasrat untuk kita Semakin menggila aku di dalamnya Aku yang dulu bermimpi Kini mengerti bagaimana itu terjadi
Mengingatmu menggelikan Mengenangmu aku tak lagi mampu Berangan tentangmu aku malu
Blitar, 18 April 2017 Di bawah ini puisi Tak Lagi Mampu oleh A.Widayanti dalam bentuk video, jangan lupa Subscribes ya, terima kasih. ^_^

Nekat Berlibur ke Candi Borobudur

Candi Borobudur saat diucapkan bukanlah hal yang asing meskipun belum pernah mengunjunginya rasanya sangat dekat, merasa memilikinya. Bangga akannya yang menjadi bagian dari 7 keajaiban dunia. Hal seperti itu sering terjadi dari hal yang paling dekat, saat teman satu sekolah ada yang berprestasi mewakili nama sekolah secara otomatis pasti bangga begitu sebaliknya.

Berangkat dari Klaten menuju Magelang berdua dengan sepupu, berbekal google maps kami bermotor melewati jalan asing. Dua jam lamanya, aku merasa jalanan yang ku lewati memutar, tapi menurut GPS adalah jalur tercepat. Bersyukur tidak kesasar.

Tiket masuk Rp50.000 untuk pengunjung lokal. Oleh penjaga tiket masuk kami ditanya kelas berapa, mentang-mentang kami datang barengan dengan siswa study tour, tak mengapa itu sering kami alami. Ada yang bilang awet muda, wajah SMA atau karena tidah tumbuh ke atas saja.

Waktu pagi menuju siang, cuaca terik banyak yang menawarkan sewa payung kami menolak, selain miskin kami sudah membawa s…

Cak Kreebo Coffee Shop and Bistro, Wlingi Blitar

Di kota-kota besar semakin mewabah tempat ngopi dari kopi gunting hingga kopi giling, pun kini merembet ke kota-kota kecil. Di sebuah kota kecil yang adalah kecamatan dengan jargon Wlingi Idaman Hati ada satu tempat yang wajib di kunjungi kala singgah di kabupaten Blitar, Cak Kreebo. Ada apa saja? Di samping ada menu camilan dan makanan pada umumnya bistro, di Cak Kreebo, untuk mengopi bukan asal ngopi juga ada. Kopi giling, disajikan dengan berbagai tambahan dari susu hingga cream tergantung menu apa yang kita pesan. Proses penyajiannya espresso, latte, V60 ataupun Vietnam drip.
Kalau favoritku ya arabika susu dengan proses vietnam drip. Menurutku dari prosesnya yang lama, dari kesabaran baristanya, kesabaran saya menunggu, berkombinasi membuat secangkir kopi terasa lebih istimewa. Apalagi kalau di samping saya ada sebidang dada yang dapat menampung keluh kesah, mendekap dengan kedua tangannya. Baca Juga: Jati Park Blitar: Outbond, Alam dan Kesenian Cak Kreebo ini juga ada car wash,…

Jati Park Blitar: Outbond, Alam dan Kesenian

Wisata alam semakin banyak selaras dengan POKDARWIS (Kelompok Sadar Wisata) yang sadar akan potensi wisata pada tempat tinggalnya, tak terkecuali untuk Jati Park. Berwadah paguyaban wisata RIMBA RAYA masyarakat bekerja sama dengan Perhutani, Taman Wisata Hutan Jati Park dirintis 4 Maret 2018. Sesuai dengan namanya wisata alam ini dipenuhi dengan nuansa pohon dan kayu jati.

Berlokasi di Dusun Pagak, Desa Plumbangan yang merupakan bagian dari Kecamatan Doko ini di patut untuk dikunjungi sebab kalau hanya berbekal penasaran tak lagi ada yang perlu dikhawatirkan tentang akses jalan, aspal mulus.
Ada Apa di Jati Park? Ada apa? Ada cinta #eeaa. Sebelum masuk ke area wisata suasana hutan jati sudah bisa dirasakan, sekitar 200m. Kalau mau bisa berhenti dulu untuk berfoto, tampaknya keren di tengah jalan beraspal dan kanan kiri pepohonan jati yang menjulang.


Baca Juga: Hutan Pinus Loji Tulungrejo, Lereng Gunung Kelud
Mini Motor Cross dan ATV Kesan awal setelah memasuki wisata Jati Park, luas, t…

Makan Soto Bonus Teh Tawar di Bogor

Tahun lalu pertama kalinya ke Bogor, 2018. Berdalih menghadiri wisuda sepupu di IPB ku putuskan mengunjungi Kota Hujan.

Kesan pertama selain mabuk perjalanan ku rasakan hal yang jauh berbeda dalam waktu. Sesampai di stasiun Pasar Senen pindah kereta KRL. Ku amati orang-orang melangkah dengan cepat. Seolah terburu-buru, entah soal keberangkatan kereta atau begitu rutinitasnya. 
Aku yang sangat selow sungguh selow merasakan perbedaanya. Tak dapat aku membayangkan hidup diantaranya, tak sanggup tampaknya, sangat tidak menikmati hidup.
Di Bogor, di samping peningapan tepat di pertigaan yang sudah kulupa nama jalannya (yang jelas sekitaran IPB) ada penjual soto. Meski bulikku memasak nasi tapi aku dan sepupuku yang lain memutuskan untuk membeli soto daging. Sudah jauh-jauh dari plosoknya Blitar apa nggak sayang kalau melewatkan sesuatu yang baru, yang seharusnya dicoba? Begitu kataku.
Ya yang namanya soto dimana-mana pasti ada. Tapi ini beda daerah, tentu beda rasa. Benar saja. Ada tiga pi…