Skip to main content

Posts

Showing posts from 2020

Tanaman Boga Parijoto Bapak Rubiso - Desa Wisata Pentingsari

Bertanam tanaman boga bagi sebagian orang sangat membosankan pun sudah dilakukan bukannya tumbuh malah mati. Bagi sebagian yang lain memberi arti membawa hidup bergairah menjadi salah satu tujuan hidup seperti Bapak Rubiso, warga desa Pentingsari.Tanaman Boga Parijoto Pak Rubiso juga ikut menjadikan rumahnya sebagai homestay. Sungguh benar menjadi keluarganya apabila menginap disana. Tak percaya? Coba saja! Memang begitu pelayanan homestay yang baik. Di (mungkin) beberapa daerah lain membuat citra homestay menjadi buruk karena difungsikan yang "lain".
Disela memerhatikan dan terus menjaga pelayanan homestay, pak Rubiso menanam beraneka tanaman boga. Banyak sekali yang ditanam tetapi yang sangat diunggulkan adalah icon kabupaten Sleman, Parijoto. 
Tanaman parijito berasal dari Pegunungan Murya, meski jarang ditemui tanaman ini sudah tersebar dimana-mana, di Blitar juga sudah ada, cobalah ke Turi Putih. Di tempat bapak Rubiso (Oktober 2019) pertangkainya di bandrol Rp15.000. Ma…

Kopi Robusta Tunggaksemi di Desa Wisata Pentingsari

Kopi Robusta Tunggaksemi dari Pentingsari yang merupakan desa wisata yang terletak di lereng Gunung Merapi tepatnya di Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.Selain menyajikan homestay yang aman dari konotasi orang-orang yang menganggap buruk, berbagai edukasi ada di sana. Kesenian kreasi janur, menari dan karawitan. Disamping itu semua saya tertarik dengan kelompok tani Tunggaksemi.
Pembuatan Saya tertarik pada produk kopi robustanya. Disana kita dapat melihat secara langsung prosesnya, dari menyangrai ditungku menggunakan kreweng. Menumbuk di lumpang menggunakan alu. Ya mungkin bagi saya yang tinggal di desa juga melihat proses itu terlihat biasa, tetapi yang membuat saya berdecak kagum, begitu lihai ibu paruh baya yang sedang menumbuk kopi menjelaskan kepada pengunjung.

Prosesnya serba manual. Sangrai manual, penggilian manual dan mesin. Penggilngan mesin dilakukan saat pesanan banyak. Ukuran kelembutannya biasanya 0.5.
Yang mengurus kopi robusta Tungga…

Puisi: Tak Lagi Mampu oleh A. Widayanti

Di sudut tenggara ruangan 3x3 Aku meringkuk tak berdaya Suasana hati meronta-ronta Dalam hati, menjerit tak berdaya
Jangankan bertemu Mengenangmu aku tak lagi mampu Termangu dalam belenggu rasaku Terbangun kokoh tanpa balasmu
Perih perih Tak ada luka perih terasa Terbesit tanya "Apa iya aku gila?" Rindu masam apa yang menggulung tak berujung?
Lalu aku mengingat, teringat Aalu muasalnya rasa Kamu memikat lekat Rasaku tumbuh oleh asa Asaku tentang kita
Semakin kuat hasrat untuk kita Semakin menggila aku di dalamnya Aku yang dulu bermimpi Kini mengerti bagaimana itu terjadi
Mengingatmu menggelikan Mengenangmu aku tak lagi mampu Berangan tentangmu aku malu
Blitar, 18 April 2017 Di bawah ini puisi Tak Lagi Mampu oleh A.Widayanti dalam bentuk video, jangan lupa Subscribes ya, terima kasih. ^_^

Nekat Berlibur ke Candi Borobudur

Candi Borobudur saat diucapkan bukanlah hal yang asing meskipun belum pernah mengunjunginya rasanya sangat dekat, merasa memilikinya. Bangga akannya yang menjadi bagian dari 7 keajaiban dunia. Hal seperti itu sering terjadi dari hal yang paling dekat, saat teman satu sekolah ada yang berprestasi mewakili nama sekolah secara otomatis pasti bangga begitu sebaliknya.

Berangkat dari Klaten menuju Magelang berdua dengan sepupu, berbekal google maps kami bermotor melewati jalan asing. Dua jam lamanya, aku merasa jalanan yang ku lewati memutar, tapi menurut GPS adalah jalur tercepat. Bersyukur tidak kesasar.

Tiket masuk Rp50.000 untuk pengunjung lokal. Oleh penjaga tiket masuk kami ditanya kelas berapa, mentang-mentang kami datang barengan dengan siswa study tour, tak mengapa itu sering kami alami. Ada yang bilang awet muda, wajah SMA atau karena tidah tumbuh ke atas saja.

Waktu pagi menuju siang, cuaca terik banyak yang menawarkan sewa payung kami menolak, selain miskin kami sudah membawa s…

Cak Kreebo Coffee Shop and Bistro, Wlingi Blitar

Di kota-kota besar semakin mewabah tempat ngopi dari kopi gunting hingga kopi giling, pun kini merembet ke kota-kota kecil. Di sebuah kota kecil yang adalah kecamatan dengan jargon Wlingi Idaman Hati ada satu tempat yang wajib di kunjungi kala singgah di kabupaten Blitar, Cak Kreebo. Ada apa saja? Di samping ada menu camilan dan makanan pada umumnya bistro, di Cak Kreebo, untuk mengopi bukan asal ngopi juga ada. Kopi giling, disajikan dengan berbagai tambahan dari susu hingga cream tergantung menu apa yang kita pesan. Proses penyajiannya espresso, latte, V60 ataupun Vietnam drip.
Kalau favoritku ya arabika susu dengan proses vietnam drip. Menurutku dari prosesnya yang lama, dari kesabaran baristanya, kesabaran saya menunggu, berkombinasi membuat secangkir kopi terasa lebih istimewa. Apalagi kalau di samping saya ada sebidang dada yang dapat menampung keluh kesah, mendekap dengan kedua tangannya. Baca Juga: Jati Park Blitar: Outbond, Alam dan Kesenian Cak Kreebo ini juga ada car wash,…

Jati Park Blitar: Outbond, Alam dan Kesenian

Wisata alam semakin banyak selaras dengan POKDARWIS (Kelompok Sadar Wisata) yang sadar akan potensi wisata pada tempat tinggalnya, tak terkecuali untuk Jati Park. Berwadah paguyaban wisata RIMBA RAYA masyarakat bekerja sama dengan Perhutani, Taman Wisata Hutan Jati Park dirintis 4 Maret 2018. Sesuai dengan namanya wisata alam ini dipenuhi dengan nuansa pohon dan kayu jati.

Berlokasi di Dusun Pagak, Desa Plumbangan yang merupakan bagian dari Kecamatan Doko ini di patut untuk dikunjungi sebab kalau hanya berbekal penasaran tak lagi ada yang perlu dikhawatirkan tentang akses jalan, aspal mulus.
Ada Apa di Jati Park? Ada apa? Ada cinta #eeaa. Sebelum masuk ke area wisata suasana hutan jati sudah bisa dirasakan, sekitar 200m. Kalau mau bisa berhenti dulu untuk berfoto, tampaknya keren di tengah jalan beraspal dan kanan kiri pepohonan jati yang menjulang.


Baca Juga: Hutan Pinus Loji Tulungrejo, Lereng Gunung Kelud
Mini Motor Cross dan ATV Kesan awal setelah memasuki wisata Jati Park, luas, t…

Makan Soto Bonus Teh Tawar di Bogor

Tahun lalu pertama kalinya ke Bogor, 2018. Berdalih menghadiri wisuda sepupu di IPB ku putuskan mengunjungi Kota Hujan.

Kesan pertama selain mabuk perjalanan ku rasakan hal yang jauh berbeda dalam waktu. Sesampai di stasiun Pasar Senen pindah kereta KRL. Ku amati orang-orang melangkah dengan cepat. Seolah terburu-buru, entah soal keberangkatan kereta atau begitu rutinitasnya. 
Aku yang sangat selow sungguh selow merasakan perbedaanya. Tak dapat aku membayangkan hidup diantaranya, tak sanggup tampaknya, sangat tidak menikmati hidup.
Di Bogor, di samping peningapan tepat di pertigaan yang sudah kulupa nama jalannya (yang jelas sekitaran IPB) ada penjual soto. Meski bulikku memasak nasi tapi aku dan sepupuku yang lain memutuskan untuk membeli soto daging. Sudah jauh-jauh dari plosoknya Blitar apa nggak sayang kalau melewatkan sesuatu yang baru, yang seharusnya dicoba? Begitu kataku.
Ya yang namanya soto dimana-mana pasti ada. Tapi ini beda daerah, tentu beda rasa. Benar saja. Ada tiga pi…